Langsung ke konten utama

Si Rumah Lebah ( Pusat Herbal Alami )

RUMAH LEBAH 


PENDAHULUAN
Dalam merencanakan bisnis di dunia usaha apapun, peluang pasar merupakan langkah awal kita menetapkan tujuan dan strategi. Langkah selanjutnya adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga serta kualitas. Kemudian persiapkan mental dan keberanian untuk memulai. Kita harus singkirkan hambatan psikologis seperti rasa malu, takut gagal, keraguan, dll. Kita harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai.

RINGKASAN EKSEKUTIF
Rumah Lebah Alami merupakan peternakan lebah madu yang akan baru didirikan. Mengapa Rumah Lebah Alami memutuskan untuk memulai bisnis menjual Madu Asli dengan merek Rumah Lebah? Sebab peluang pasar untuk usaha lebah madu masih terbuka lebar. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya nilai impor madu Indonesia dibandingkan dengan nilai ekspornya. Besarnya selisih nilai ekspor dan impor tersebut menandakan permintaan madu untuk di konsumsi di dalam negeri terus meningkat, dan peningkatan ini masih belum dapat di imbangi oleh kemampuan industri perlebahan dalam meningkatkan produksi madu dalam negeri. Disamping itu tujuan lainnya adalah meningkatkan konsumsi masyarakat dari segala usia terhadap madu sebagai produk kesehatan alami. Rumah Lebah Alami mencoba mengembangkan produk ini dengan kemasan yang ekonomis dan siap disajikan kapan dan di mana pun. Saat ini Rumah Lebah Alami juga sedang bekerja sama dengan salah satu farmasi untuk menciptakan produk madu ini dalam bentuk tablet. Promosi melalui iklan-iklan baik melalui media elektronik maupun media lainnya diyakinkan dapat mencapai profit dan margin yang tinggi. Kepuasan pelanggan menjadi target utama kami dalam memproduksi madu alami ini karena Rumah Lebah Alami kepercaya pelanggan merupakan asset terbesar dalam dunia bisnis. 

VISI
Menjadi pemimpin pasar madu alami di Indonesia dan membangun citra baik melalui produk berkualitas dan alami yang dapat di konsumsi segala usia.

MISI
Menciptakan nilai tambah peternakan yang berkelanjutan dengan menciptakan produk yang berkualitas melalui manajemen usaha yang baik dan pemanfaatan peluang kerjasama dengan semua pihak dengan sebaik-baiknya.

PASAR SASARAN
Anak-Anak
Remaja
Dewasa
Orang Tua (diatas 50 tahun)

BAURAN PEMASARAN
RUMAH LEBAH ALAMI menggunakan bauran pemasaran yang meliputi :
PRODUK
Brand name yang digunakan adalah RUMAH LEBAH . Terdiri dari kemasan:

• botol 100ml
• botol 250ml
• botol 500ml
• Sachet
Dengan varian yang tersedia:
• Madu Hitam Pahit
• Madu Murni
• Madu Multiflora
• Madu Premium
• Madu Hutan ( Lebah Liar )
• Madu Super

HARGA
Harga madu Rumah Lebah bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, melalui kemasan ekonomis botol 100ml dan Sachet sebagai produk unggulan.

PLACE
Model distribusi yang digunakan adalah model distribusi langsung ke pelanggan. Selain itu RUMAH LEBAH ALAMI juga menggunakan media pembelian online yang bisa di akses langsung melalui http://rumahlebah.wordpress.com

PROMOTION
• Tagline : "Ingat sehat ingat madu asli rumah lebah"
• Iklan : Iklan Radio, Website

ANALISA SWOT
PROSES TERNAK LEBAH MADU
Ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak.
Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu, investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan termasuk alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.
Pemilihan bibit Lebah Madu jenis unggul
Ciri-ciri bibit lebah madu kwalitas super:
1. Mempunyai Ratu lebah yang secara fisik bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun
2. Jumlah dan kwalitas telor yang dihasilkan Ratu lebah banyak
3. Hasil panen lebih banyak baik hasil madu, bee pollen, royal jelly dan propolis
4. Larva lebah yang dihasilkan lebih segar
5. Lebah biasanya lebih agresif
Memperbanyak koloni lebah madu
Beternak lebah madu agar menghasilkan keuntungan yang optimal seorang peternak lebah madu harus mempunyai minimal 50 kotak koloni lebah madu.
Gembalakan lebah madu pada lokasi yang tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telor dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru.
Menyiapkan calon Ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru dan ditempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.
Membuat calon Ratu Lebah
1. Ambil larva lebah madu yang baru menetas usia 1 hari
2. Masukan kedalam satu potong frame Royal jelly
3. Frame Royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu di tempatkan pada kotak super ( kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu minimal 2 tingkat)
4. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut dengan ratu lebah berada di kotak bawah dan frame royal jelly calon ratu lebah madu di tempatkan pada kotak atasnya. Sehingga ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.
5. Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.
6. Setelah sebelas hari calin ratu di pindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
7. 13 hari calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
8. Bisanya setelah seminggu ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru ditempati tersebut.

ASPEK KEUANGAN
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA (MODAL)
Modal yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu meliputi modal investasi dan modal kerja. Dibawah ini analisa untuk aspek keuangan untuk budidaya lebah madu dengan skala usah 50 koloni.

ANALISIS KEUANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU
SKALA USAHA : MISALNYA 50 KOLONI

Sumber dan Penggunaan Dana
No Jenis Kebutuhan Satuan Banyaknya Harga (Rp) Jumlah Biaya (Rp) Sumber Dana
Sendiri (Rp) Bank (Rp)

A. INVESTASI PERKIRAAN
1 Koloni lebah Buah 50 (200,000) = 10,000,000
2 Pondasi Buah 550 (2,000) = 1,100,000
3 Ratu Lebah Buah 50 (15,000) = 750,000
4 Penyekat Ratu Buah 50 (20,000) = 1,000,000
5 Kaki Kotak Buah 50 (25,000) = 1,250,000
6 Kotak Super Buah 50 (15,000) = 750,000
7 Penyungkil/Pisau Buah 5 (7,500) = 37,500
8 Sikat Lebah Buah 5 (3,500) = 17,500
9 Ekstraktor Buah 1 = 1,500,000 
10 Drum Madu Buah 20 (50,000) = 1,000,000
11 Penyaring Madu Buah 5 (10,000) = 50,000
12 Masker Buah 5 (5,000) = 25,000
13 Pollen Trap Buah 50 (15,000) = 750,000
JUMLAH INVESTASI 18,230,000
biaya sendiri 2,230,000
kebutuhan dana kredit 16,000,000

B. MODAL KERJA
1 Gula Kg 750 (2,300) = 1,725,000
2 Sewa Lahan Gembalaan Bulanan 12 (130,000) = 1,560,000
3 Transpor Gembala Kali 6 (175,000) = 1,050,000
4 Keamanan Gembala Bulanan 12 (25,000) = 300,000
5 Dana Desa Kotak 3 (150,000) = 450,000
6 Upah Panen madu Orang 10 (10,000) = 100,000
7 Mecah Gratting Kotak 50 (10,000) = 500,000
8 Kesehatan Koloni Kotak 50 (26,000) = 1,300,000
9 Honor Karyawan Orang 3 (195,000) = 585,000
10 Transpor Umum Bulanan 12 (35,000) = 420,000
JUMLAH MODAL KERJA 7,990,000
biaya sendiri 5,357,500
kebutuhan dana kredit 2,632,500
TOTAL KEBUTUHAN MODAL 26,220,000
MODAL SENDIRI 7,587,500 = 28.94%
KEBUTUHAN DANA KREDIT 18,632,500 = 71.06%
Kredit Investasi 16,000,000 = 61.02%
Kredit Modal Kerja 2,632,500 = 10.04%
Bunga Kredit (%/Tahun) 24%
ANALISA SENSITIFITAS
ANALISIS KEUANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU
SKALA USAHA : 50 KOLONI
Analisa Sensitifitas
Uraian Ukuran Produksi per Koloni per Tahun (Rp)
36 Kg (Normal) 33 Kg 39 Kg 42 Kg
NPV, DF 24% Rp 11,084,241 7,583,876 14,584,606 18,084,971
IRR % 52.38% 43.84% 60.66% 68.73%
PBP, DF 24% Tahun 1.59 1.80 1.43 1.29
Break Event Point Rp 12,656,648 12,971,341 12,460,699 12,348,189
Net B/C 2.88 2.53 3.23 3.58
Uraian Ukuran Harga Jual per Kg (Rp)
Rp. 10.000 (normal) Rp. 9.500 Rp. 11.000 Rp. 11.500
NPV, DF 24% Rp 11,084,241 8,984,022 15,284,679 17,384,898
IRR % 52.38% 47.29% 62.29% 67.13%
PBP, DF 24% Tahun 1.59 1.71 1.40 1.32
Break Event Point Rp 12,656,648 12,828,170 12,432,384 12,365,231
Net B/C 2.88 2.67 3.30 3.51
ANALISA ARUS KAS DAN ANALISA KELAYAKAN
PROYEKSI ARUS KAS DAN LABA/RUGI
Arus dana yang diproyeksikan mulai dari awal tahun kegiatan sampai dengan batas akhir tahun proyek selama 5 tahun.
ASPEK PRODUKSI
PROSES PRODUKSI
Produksi utama dari lebah adalah madu yang berasal dari nektar yang ada pada bunga. Mula-mula lebah mencari bunga-bunga yang sedang mekar untuk dihisap nektarnya. Kemudian nektar itu diolah di dalam tubuhnya. Setalah itu lebah pekerja kembali ke sarangnya (stup) untuk menyimpan madu tersebut pada sel-sel sarang, sebagai bahan makanan lebah ratu, jantan dan pekerja (betina). Sisiran sarang yang sudah penuh madu kemudian dipisahkan dari bingkainya dan dimasukkan ke dalam ekstraktor yang meremas-remas sisiran saran yang penuh secara mekanis. Dengan demikian, madu akan terpisah dengan sisiran sarang yang kemudian akan keluar melalui kran, dan ditampung dengan ember yang telah disediakan. Untuk hasil yang lebih baik lagi, madu dari mesin ekstrator kemudian disaring lagi dengan saringan madu untuk kemudian baru dapat dimasukkan kedalam botol untuk dipasarkan.

Tepung sari merupakan produk sampingan dari kegiatan usaha beternak lebah. Lebah akan mencari bunga-bunga yang mengandung tepung sari untuk kemudian menempelkan tubuhnya ke permukaan bunga dimaksud, yang secara otomatis akan menyebabkan tepung sari (polen) menempel di bulu-bulu yang dimilikinya. Sewaktu terbang kembali, tepung sari dimaksud dikumpulkan dengan menggunakan sikat tepung sari yang terdapat pada kaki-kakinya. Tepung sari yang telah menempel pada bulu-bulu di kepala, leher dan sekitarnya akan disikat menggunakan kaki depan yang dibasahi oleh bagian mulutnya. Tepung sari yang melekat pada daerah dada dikumpulkan oleh kaki kedua. Disamping itu, sepasang kaki kedua ini juga menerima tepung sari yang telah dikumpulkan oleh sepasang kaki pertamanya. Sementara itu pasangan kaki ketiga mengumpulkan tepung sari yang melekat pada bagian perut. Setelah terkumpul dan dibasahi dengan zat cairan, kemudian ke dalam kantung tepung sari yang terdapat pada kaki belakang. Selanjutnya lebah pekerja tersebut memasuki sarang dan memeriksa sel-sel sarang yang kosong untuk kemudian diisi tepung sari.

Lilin (malam) lebah adalah produk yang umumnya disebut malam lebah. Lilin ini dihasilkan oleh empat pasang kelenjar yang terdapat di bagian samping bawah perut. Sejak usia 2 minggu, lebah sudah mampu menghasilkan lilin. Untuk menghasilkan 1 kg lilin, lebah harus mengkonsumsi 10 kg madu. Secara alamiah lebah menghasilkan lilin untuk keperluan membangun sel-sel sarang lebah. Lilin lebah adalah hasil proses metabolisme dari kelenjar khusus yang dimiliki oleh lebah, dimana hasil dari metabolisme itu akan dikeluarkan (diekskresikan) melalui ruas-ruas bagian belakang.
Periode panen beternak lebah dapat diketahui sebagai berikut :
• madu setiap 10 hari
• tepung sari setiap 3 hari
• malam (lilin) setiap 10 hari
Untuk dapat mengetahui kualitas madu yang baik harus diperhatikan mengenai rasa madu, aroma dan warna madunya. Dari hasil analisis madu dapat diketahui, bahwa madu yang baik mempunyai kriteria sebagai berikut :
Parameter Persyaratan SNI-86 Sampel
1 2 3 4 5
1. Kadar Air Maks. 25% 21,68 18,85 18,85 20,31 24,78
2. Keasaman Maks. 40 ml NaOH 1 N/kg 13,97 8,94 20,03 7,65 5,60
3. Enzim diatstase Min. 3 Dn 6,06 33,94 5,31 4,51 19,17
4.Hidroksimetil furfural Maks. 40 mg/kg 0,23 0.19 9,53 1,65 0,15
5. Kadar abu Maks. 0,5% 0,30 0,28 0,11 0,23 0,27
6. Gula pereduksi Min. 60% 67,82 74,27 69,74 73,83 73,66
7. Sukrosa Maks. 10% 2,80 2,28 4,96 2,19 3,14
8. Padatan tak larut Maks. 10% 2,80 2,28 7,96 2,19 3,14
9. Asam benzoat – – – – – –
10. Logam
>> Fe (ppm) 0,50 0,82 0,37 0,64 1,02
>> Zn 1,03 1,93 0,79 1,22 8,62
>> Pb – – – – –
>> Cu 0,25 0,02 – – –
Sumber : IPB Bogor Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Keterangan :
No 1 : Madu Kapuk No 4 : Pahitan
No 2 : Madu Karet No 5 : Multi Flora
No 3 : Rambutan
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
Pemanfaatan Sumber Daya dan Kesempatan Kerja
Melalui pembudidayaan lebah madu, akan dapat dimanfaatkan potensi alam yang tersedia dengan tanpa menganggu lingkungan dan merugikan masyarakat. Lebah yang dibudidayakan dengan baik, tidak akan menganggu kehidupan masyarakat meskipun lebah memiliki kekuatan untuk menyengat apabila terganggu.

Tanaman yang bunganya menjadi sasaran dalam kegiatan lebah dalam proses produksi madu ini, sama sekali tidak terganggu dan justru dalam beberapa hal membantu proses produksi tanaman yang bersangkutan.

Budidaya lebah madu yang dapat dilaksanakan di setiap tempat dengan lahan yang ada pertanamannya, bisa menjadi peluang lapangan kerja yang pemanfaatannya mampu membebaskan masyarakat dari tekanan kesulitan mencari pekerjaan dengan segala akses pengaruh sosialnya. Dari kawasan dengan pertamanan di kota, lahan pertanian dengan semua jenis tanaman didesa-desa dan perkebunan dengan semua macam komoditi, sampai lahan kehutanan yang cukup luas tersebar di seluruh wilayah Indonesia, seluruhnya merupakan lapangan penggembalaan ternak lebah yang potensian untuk dimanfaatkan.

Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan
Sebagai usaha yang memliki nilai tambah cukup besar (IRR=165,26%) usaha ini cukup berarti dalam upaya peningkatan pendapatan, khususnya bagi rakyat kecil karena budidaya madu ini bisa dilakukan sebagai usaha kecil. Dengan potensi pengembangan usaha ini yang sangat besar dan dapat dilaksanakan secara luas di seluruh wilayah Indonesia, pembudidayaan lebah madu menjadi satu potensi yang sangat berarti bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rakyat. Karena peternakan lebah madu ini memerlukan keterampilan khusus, maka untuk pemanfaatannya dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sangat diperlukan adanya fasilitas, program pembinaan dan kerja sama calon peternak dan peternak.

Sumber Daya Manusia yang ada saat ini
Pemilik Peternak yang dibantu 3 orang karyawan tetap serta 10 orang karyawan tidak tetap yaitu yang dipakai pada saat panen madu.

PENUTUP
Begitulah kurang dan lebihnya dalam merencanakan bisnis  (Bisnis Plan) dalam pembuatan berbagai macam Madu, yang dimana madu termasuk obat-obatan Herbal dalam mengatasi berbagai macam penyakit dan befungsi serta bermanfaat bagi tubuh. Adapun isi rancangan informasi diatas di bantu dari berbagai macam sumber, untuk mendapatkan dan menghasilkan rancangan yang tertata baik sesuai visi dan misi bisnis tersebut. Karena manfaat merancangkan suatu rancangan bisnis (bisnis plan) membantu kita untuk berpikir Realistis.

TERIMA KASIH

Komentar